Kaki Gunung Soputan

Para Pejuang / Pemerhati Budaya Minaesa-Minahasa Land bersama dengan Tonaas Suku Tonsawang.

Wa'i Lesung i Nawo / Ratu Oki

Lesung ini merupakan sebagai Identitas anak Suku Tonsawang / Toundanouw.

Sumur Abur

Salah satu situs Budaya yang berada di Suku Tonsawang / Toundanouw.

Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2015

Hal Yang Harus di Perhatikan Saat Mengunjungi Pantai

Dalam Postingan saya kali ini akan membagikan salah satu kebiasaan orang Tua yang ada di Suku Tonsawang/Toundanouw yang berhubungan dengan berliburan / bersantai bersama keluarga di Pantai (Pante). Namun hal yang akan saya uraikan ini hanyalah merupakan gambaran saja, bagi yang mau coba ...... silahkan saja dan yang tidak mau ngak apa-apa juga.

Biasanya saat hendak bersantai bersama keluarga di pantai tidak lepas dengan mengikut sertakan anak-anak, baik yang masih bayi maupun Balita. Namun seringkali terjadi saat hendak pulang dari bersantai, Anak-anak yang diikut sertakan tadi tiba-tiba menangis, dan setibanya dirumah seringkali sakit panas. Dan hal ini bila di Daerah Suku Tonsawang adalah hal yang tidak lasim lagi atau bisa dikatakan sudah biasa bagi setiap orang tua yang lalai menerapkan nasehat orang tua mengenai "Hal-hal yang harus diperhatikan saat mengunjungi pantai".

Bagi Sebagian besar masyarakat Suku Tonsawang/Toundanouw masih saja mengunakan cara lama bila selesai mengunjungi pantai dengan membawa serta anak-anak kecil, yaitu : Pada saat hendak pulang, biasanya nama-anak-anak dipanggil dahulu dengan mengatakan "Mari pulang". Dapat saya contohkan seperti ini : Misalnya anak yang kita bawa serta bernama Samson.... Ucapan yang harus dikalimatkan seperti ini ; "Samson mari pulang" (dengan memanggil nama samson berkali-kali Minimal 3 x). Dari penuturan salah satu Orang Tua mengatakan bahwa "Bila anak-anak dibawa kepantai maka mahluk astral yang berada dipantai seringkali senang bermain dengan anak kecil, jadi saat hendak pulang dan namanya tidak dipanggil, hal tersebut dipercaya bahwa jiwa anak tersebut masih berada dipantai " dan dapat menyebabkan anak-anak sakit panas, dll.

Itulah salah satu kebiasaan lama Orang Tua yang berada di Suku Toundanouw/Tonsawang, dan hal ini masih saja dipercayai, namun hal ini tergantung dari pembaca sendiri apakah ingin dipercaya atau tidak, karena tujuan postingan saya hanyalah mengupas kebiasaan-kebiasaan Orang-Orang Tua Jaman Dahulu di Daerah Suku Toundanouw/Tonsawang.

Rabu, 20 Mei 2015

Gilingan Jagung (Milu)

Gilingan milu yang dulu penulis kenal pada era 80-an, ternyata masih juga digunakan oleh masyarakat sekarang, namun gilingan milu ini lebih banyak ditemukan di daerah pedalaman. Contoh Gilingan Milu di bawah ini, penulis temukan di Desa Suhuyon Kec. Touluaan Selatan Kab. Minahasa Tenggara. Gilingan Milu ini sangat simple dan juga penggunaannya secara manual dan bila dihitung-hitung merupakan suatu olah raga untuk melatih otot dibagian tangan. Ini merupakan suatu hal yang patut dicontohi yaitu menghargai barang-barang tua yang sudah dapat digolongkan sebagai barang antik. Mungkin bagi kalangan lain gilingan Milu ini sudah dijual Besi Tua, tapi bagi masyarakat pedalaman ini merupakan alat yang dapat membantu dalam menggiling jagung/Milu.




Jumat, 17 April 2015

Mengenal Budaya Kepulauan Riau

Pada topik kali ini kita akan membahas provinsi baru yang berasal dari pemekaran daerah yang mayoritas bermasyarakat melayu, Provinsi Riau. Yaitu Provinsi Kepulauan Riau. Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi ke-32 di Indonesia yang mencakup Kota Tanjung Pinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kepulauan Anambas dan Kabupaten Lingga. Terbentuknya provinsi ini berdasarkan Undang-undang Nomor 25 tahun 2002. 
Sekarang, Kota Tanjung Pinang merupakan pusat kebudayaan Melayu, karena hingga saat ini melayu masih kental dalam kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Seperti Gurindam 12 yang diciptakan oleh Raja Ali Haji mengangkat citra negeri ini bahkan tersohor keseluruh negeri. Begitu juga dengan julukan “kota gurindam negeri pantun” yang hingga saat ini masyarakatnya tidak pernah lupa akan sejarah dan budaya Melayu. Provinsi ini juga kaya akan keanekaragaman budayanya, seperti apa? Mari kita mengenal rumah adat, tarian tradisional, dan lain sebagainya pada bahasan kali ini.

1. Rumah Adat

Kepulauan Riau memang sangat kaya dengan keragaman seni dan budayanya, seperti halnya keragaman bentuk dari rumah adat. Salah satu bentuk rumah tradisional masyarakat Kepulauan Riau adalah Limas Potong. Jenis rumah adat melayu yang lain adalah rumah tradisional Belah Bubung. Lain halnya rumah adat di provinsi Riau daratan, rumah tradisionalnya yaitu Rumah Lontik dan Rumah Salaso Jatuh Kembar.
Rumah Limas Potong


Rumah Limas Potong berbentuk rumah panggung, sebagaimana rumah tradisional di Sumatra pada umumnya. Tingginya sekitar 1,5 meter dari atas permukaan tanah. Dinding rumah dibuat dari susunan papan warna coklat, sementara atapnya berupa seng warna merah. Kusen pintu, jendela serta pilar anjungan depan rumah dicat minyak warna putih.


Rumah Belah Bubung
Adapun rumah adat Kepulauan Riau lainnya yaitu Belah Bubung. Dikenal dengan sebutan rumah Rabung atau rumah Bumbung Melayu. Nama rumah Belah Bubung diberikan oleh orang Melayu karena bentuk atapnya terbelah. Disebut rumah Rabung karena atapnya mengunakan perabung. Sedangkan nama rumah Bubung Melayu diberikan oleh orang-orang asing, khususnya Cina dan Belanda, karena bentuknya berbeda dengan rumah asal mereka, yaitu berupa rumah Kelenting dan Limas.

2. Seni Tari



Daerah Riau atau secara administratif disebut Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memiliki kekayaan budaya yang beraneka ragam dari mulai sastra, musik, dan tari. Salah satu dari kekayaan Kepri ialah Tari Melemangdan Tari Tandak.
-Tari Melemang


Memperkenalkan kepada anda salah satu tarian tradisional dari Kepulauan Riau yakni Tari Melemang. Menurut sejarahnya tari Melemang berasal dari Tanjung Pisau Negeri Bentan Penaga, kecamatan Bintan. Tarian ini pertama kali dimainkan sekitar abad ke-12. Ketika itu, tari Melemang hanya dimainkan di istana Kerajaan Melayu Bentan yang pusatnya berada dibukit batu, Bintan. Tarian ini hanya dipersembahkan bagi Raja ketika sang Raja sedang beristirahat, karena merupakan istana yang ditarikan oleh para dayang kerajaan. Namun setelah kerajaan Bentan mengalami keruntuhan tari Melemang berubah menjadi tarian hiburan rakyat.
Tari Melemang


Tari melemang biasanya dimainkan oleh 14 penari, diantaranya seorang pemain berperan sebagai Raja, seorang berperan sebagai permaisuri, seorang berperan sebagai puteri, empat orang sebagai pemusik, seorang sebagai penyanyi serta enam orang sebagai penari, mereka menggunakan kostum bergaya melayu sesuai dengan perannya.

- Tari Tandak


Tarian tandak ini merupakan tarian dengan mengkombinasikan nyanyian. Bentuk tariannya berupa pantun yang saling bertimbal-balik antara kelompok pria dan wanita. Lagu atau pantun pada tarian ini berisi tentang hal-hal yang ada di bumi atau mengenai kehidupan sehari-hari manusia. Tari tandak adalah tarian pergaulan yang sangat digemari atau disukai di daerah Riau. Tari ini merupakan gabungan antara seni tari dan sastra, biasanya dipertunjukan pada malam hari.
Tari Tandak


Tarian ini bertujuan agar pemuda dan pemudi mempunyai kesempatan untuk bertemu. Pertemuan itu kadang-kadang berakhir pada jatuh cinta. Tari Tandak menjadi media silaturahmi tempat bertemunya antara pemuda dan pemudi antar kampung.Banyak pasangan suami istri yang bermula dari pertemuan acara tari Tandak ini namun ada pula yang kisah cintanya tidak direstui pihak keluarga.


Tarian ini juga melambangkan ikatan ikatan yang terjalin antara teman-teman yang berlainan kampung. serta menciptakan rasa aman antar kampung. Dalam tarian ini, semua peserta bebas memilih pasangan. Karena tarian ini merupaka hiburan sekaligus silaturahmi, acara ini banyak dihadiri oleh warga, dari anak kecil hingga orang dewasa. Secara rutin acara tari tandak ini dilaksanakan setiap bulan  Juli-Oktober setiap tahunnya, di mana pada bulan-bulan tersebut para petani usai melaksanakan panen.

3. Senjata Khas Kepulauan Riau

- Tumbuk Lada (Badik Tumbuk)

Tumbuk Lada merupakan sejenis senjata tradisional dari daerah Kepulauan Riau yang digunakan para panglima perang dalam pertempuran. Selain itu, Tumbuk Lada atau disebut Badik Tumbuk ini pada zaman dulu juga menjadi salah satu kelengkapan pakaian adat selain keris di Kepulauan Riau, Deli, Siak dan Semenanjung Tanah Melayu. Panjang pedang ini mencapai satu meter. Pada pangkal sarung Tumbuk Lada terdapat bonjolan bundar yang selalunya dihias dengan ukiran yang dipahat. Sarung senjata ini selalunya dilapis dengan kepingan perak yang diukir dengan pola-pola rumit.Panjang bilah tumbuk lada sekitar 27 cm hingga 29 cm. Lebar bilahnya sekitar 3.5 cm hingga 4 cm. Dari tengah bilah sampai ke pangkalnya terdapat alur yang dalam.
Badik Tumbuk
Tumbuk Lada digunakan secara menikam, mengiris dan menusuk dalam pertempuran jarak dekat. Ia boleh dipegang dengan dua jenis genggaman yaitu dengan mata keatas ataupun mata ke bawah. Senjata lainnya adalah kelewang, digunakan prajurit tempo dulu.

4. Pakaian Adat Khas Kepri
Pria:
Pakaian pria yang digunakan pria disebut baju teluk belanga. Baju ini dipadankan dengan celana panjang yang disuji. Sehelai kain diikatkan ditengah badan hamper menyentuh lutut. Bagian kepala ditutup dengan destar atau tanjak. Pada hari pernikahan pengantin pria memakai jubah yang dilengkapi celana panjang, kain selempang dan ikat pinggang. Pengantin ini memakai  tutup kepala yg disebut ketu.


Wanita:
Wanita memakai atasan berupa baju kurung dan kain selempang yang telah disuji. Bawahannya adalah kain songket dengan motif yang cantik. Pakaian ini dilengkapi dengan perhiasan berupa anting, gelang dan cincin. Pakaian pengantin dilengkapi baju telepuk dan kain cual. Sanggul kepala dihiasi tusuk cempaka emas dan penutup dahi atau pasiani. Perhiasan lain yang biasa digunakan adalah pending gelang dan cincin terbuat dari emas.

5. Makanan Khas Provinsi Kepri
Makanan khas masyarakat di Kepulauan Riau adalah Siput laut. Warga setempat menyebutnya sebagai gonggong. Hewan laut ini banyak terdapat di Desa Lobam, Tanjung Uban, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.


6. Lagu Daerah: Lagu Melayu dalam bentuk Langgam atau Senandung, Lagu Joget, Lagu Zapin, Musik Silat, Musik Inang, Musik Ghazal, Musik Boria, Musik Mak Yong, Musik Mendu, Musik Lang-lang Buana, Musik Bangsawan, Musik Barongsai dan lain sebagainya.

7. Suku:  Melayu, Bugis, Jawa, Arab, Tionghoa, Padang, Batak,Sunda dan Flores.

8. Bahasa:  Bahasa yang dipakai adalah bahasa resmi yaitu Bahasa Indonesia dan ada juga yang menggunakan bahasa Melayu.

Selasa, 14 April 2015

Mengenal Budaya Bali

Kali ini kita akan melihat dan berkenalan dengan kebudayaan dari Bali. Siapa yang tidak kenal dengan pulau Dewata yang satu ini, yang merupakan pulau tujuan wisatawan baik luar dan dalam negeri. Kali ini kita akan berkenalan dengan rumah adat, pakaian adat, tarian daerah, suku dan bahasa dari Bali. Berikut uraiannya :

1. Rumah Adat
Salah satu contoh rumah adat daerah Bali disebut Gapura Candi Bentar. Gapura Candi Bentar merupakan pintu masuk istana raja yang merupakan pula rumah adat di Bali. Gapura Candi Bentar dibuat dari batu merah dengan ukir yiran dari batu cadas. Balai Benggong terletak pada sisi kanan dan Balai Wantikan terletak pada sisi kiri. Balai Benggong adalah tempat istirahat raja beserta keluarganya. Balai Wantikan adalah tempat adu ayam attau pegelaran kesenian. Kori Agung adalah pintu masuk pada waktu upacara besar. Kori Babetelan merupakan pintu untuk keperluankeluarga.
Rumah Adat Bali Gapura Candi Bentar
2. Pakaian Adat
Pakaian adat pria Bali berupa ikat kepala (destra), kain songket saput dan sebilah keris terlesip pada pinggang bagian belakang.
Sedangkan wanitanya memakai dua helai kain songket, setagen songket atau meprada dan selendang atau senteng. Ia juga memakai hiasan bunga emas dan bunga kamboja diatas kepala. Perhiasan yang dipakainya adalah subang, kalung, dan gelang.
Pakaian Adat Bali
3. Tari tarian Daerah Bali
a. Tari Legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cinta raja dari Lasem.ditarikan secara dinamis dan memikat hati.
b. Tari Kecak, sebuat tarian berdasarkan cerita dari Kitab Ramayana yang mengisahkan tentang bala tentara monyet dari Hanoman dan Sugriwa.
c. Tari Jaran Teji, adalah jenis tari kreasi yang memanfaatkan gerak tari tradisi untuk menggambarkan keterampilan para prajurit penanggung uda yang bersiap siaga menuju medan perang.
Tari Legong
Tari Kecak
4. Senjata Tradisional
Keris sebagai senjata penduduuk Bali. Selain untuk membela diri, keris dapat mewakili seseorang dalam suatu undangan pernikahan. Menurut kepercayaan sebagai penduduk Bali, bila keris pusaka direndam dalam air putih akan menyembuhkan anggota keluarga dari gigitan binatang berbisa. Gagang keris yang terbuat dari kayu itu, ada pula yang berhiasan permata.
Selain keris terdapat pula tombak yang dipergunakan untuk berburu, berperang atau upacara pembakaran mayat. Juga terdapat golok yang dipergunakan untuk keperluan bertani serta untuk mempersiapkan upacara keagamaan.
Keris Bali
5. Suku : Suku dan marga yang terdapat didaerah Bali adalah : Bali, Jawa, dan Madura.
6. Bahasa Daerah : Bali
7. Lagu Daerah : Janger

Rabu, 08 April 2015

Update.... Lesung Nawo Oki

Keadaan Lokasi dimana berdirinya Lesung Ratu Oki atau yang dikenal dengan Lesung Nawo Oki yang berada di Desa Kali Kec. Tombatu Kab. Minahasa Tenggara, setelah dilakukan kerja Bakti oleh Pemerhati Budaya Tonsawang dan Pemerintah Desa Kali dan Kali Oki serta anak anak KPA yang berada di Wilayah Suku Tonsawang bersama dengan Mahasiswa KKN Unsrat. Nampak Lokasi tersebut telah dibersihkan sehingga terlihat baik dipandangan mata. Gambar ini diambil pada hari Rabu tanggal 08 April 2015 sekitar Jam 15.15 Wita.
















Pada gambar dibawah ini adalah pemandangan Desa Kali Kec. Tombatu yang diambil dari atas bukit tempat lesung Nawo Oki berada.


Senin, 06 April 2015

Mengenal Kebudayaan Sulawesi Tenggara

Kali ini kita akan berkenalan dengan Kebudayaan dari Provinsi Sulawesi Tenggara yang juga satu daratan yaitu Pulau Sulawesi. Seperti biasa kita akan melihat rumah adat, pakaian adat, tari-tarian, senjata tradisional, suku, bahasa dan lagu daerah dari Provinsi Sulawesi Tenggara. Berikut uraiannya :

1. Rumah Adat
Salah satu contoh rumah adat Sulawesi Tenggara disebut Istana Sultan Buton. Istana Sultan Buton disebut juga Malige. Bangunan tersebut tidak memakai paku dan merupakan rumah panggung. Ia terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama tempat kediaman raja dan permaisuri, lantai kedua untuk tempat tinggal dan lantai ketiga tempat wanita salat. Pada kiri kanan lanta dua ada ruangan tempat semacam menenun kain yang disebut Bate.
Istana Sultan Buton
Sultan Buton adalah pilihan rakyat banyak. Sultan harus bersih dari cacat jasmani ataupun cacat rohani. Untuk menggantikan kedudukan Sultan, tidak selamanya dari keturunan Sultan yang berkuasa. Dapat pula dupilih dari adik atau kakak Sultan, bahkan dari orang lain yang sederajat.

2. Pakaian Adat
Prianya memakai pakaian adat berupa tutup kepala (destar), baju model jas tutup sarung sebatas dengkul dan celana panjang.
Sedangkan wanitanya memakai baju kebaya. Diatas kepalanya terdapat hiasan kembang dan hiasan lainnya berupa anting anting, kalung, dan gelang. Pakaian adat ini berasal dari Kendari.
Pakaian Adat Sulawesi Tenggara
3. Tari tarian Daerah Sulawesi Tenggara
  • Tari Balumpa, merupakan tari selamat datang dalam menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton.
  • Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotongroyongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lumbung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.
  • Tari Molulo, adalah tarian yang indah danriang dari pergaulan muda mudi Sulawesi Tenggara.
  • Tari Motasu (berladang), Tari Motasu diangkat dari tradisi masyarakat Tolaki di Kabupaten Kolaka dan Kendari. Keseluruhannya menggambarkan ungkapan permohonan kepada tuhan agar dalam berladang dapat perlindungan dan kelak dikaruniai hasil yang melimpah.
Tari Balumpa
Tari Dinggu
4. Senjata Tradisional
Keris adalah senjata tradisional rakyat Sulawesi Tenggara/ bentuknya berlekuk lekuk seperti keris pada umumnya. Istana dan banteng kerajaan Sultan Buton sangat terkenal dalam sejarah perlawanan bersenjata menentang Belanda. Keris dan pedang dipakai untuk perang jarak dekat, sedangkan tombak, lembing dan sumpitan untuk perang jarak jauh.
Keris Sulawesi Tenggara
5. Suku : Suku da marga yang terdapat didaerah Sulawesi Tenggara adalah : Walio, Laki, Muna, Buton, Mororene, Wowonii, Kulisusu, dan lain lain.
6. Bahasa Daerah : Buton, Muna, Laki dan lain lain.
7. Lagu Daerah : Peia Tawa tawa

Sabtu, 04 April 2015

Mengenal Budaya Sulawesi Selatan

Kali ini kita akan berkenalan dengan Kebuadayaan dari Provinsi Sulawesi Selatan. Seperti biasa, kita akan melihat bentuk rumah adat, pakaian adat, tari-tarian budaya, senjata tradisional, suku, bahasa dan lagu daerah. Berikut uraian singkat dari budaya Sulawesi Selatan.

1. Rumah Adat

Rumah adat Sulawesi Selatan disebut Tongkonan. Tongkonan adalah rumah adat orang Toraja di Sulawesi Selatan. Kolong rumah itu berupa kandang kerbau belang atau tedong bonga. Kerbau ini merupakan lambang kekayaan, disepan rumah tersusun tanduk tanduk kerbau,sebagai perlambang pemiliknya telah berulang kali mengadakan upacara kematian secara besar besaran. Tongkonan terdiri dari 3 ruangan yaitu ruang tamu, ruang makan, dan ruang belakang.

Rumah Adat Tongkongan
2. Pakaian Adat

Pakaian adat Selawesi Selatan yang dipakai prianya berupa tutup kepala, baju yang disebut baju bella dada, sarung yang disebut tope, keris tata ropprng (terbungkus dari emas seluruhnya) dan gelang nada yang disebut pottonaga.
Sedangkan wanitanya memakai ikat kepala, baju lengan pendek, Tope atau sarung dengan rantainya, ikat pinggang dengan sebilah keris terselip didepan perut. Perhiasan yang dipakai adalah anting-anting panjang atau bangkara a’rowe, kalung tunggal atau geno sibatu dan gelang tangan. Pakaian ini berdasarkan adat Bugis Makasar.
3. Tari tarian Daerah Selawesi Selatan

  • Tari Kipas, yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas dalam suasana gemuaku sambil mengikuti alunan lagu.
  • Tari Basaro,merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerak gerakkan badannya sangat luwes.
  • Tari Bo’da, yang mendasarkan garapannya pada unsur gerak tari tradisional yang berkembang di Kabupaten Selayar. Dengan iringan musik Bo’da kesuluruhan gerakkannya menggambarkan luapan kegembiraan gadis gadis dimalam terang bulan pada saat menjelang musim panen.
Tari Kipas
4. Senjata Tradisional

Badik merupakan senjata tradisional yang sangat terkenal di Sulawesi Selatan. Bentuknya kokoh dan cukup mengerikan. Senjata terkenal lainnya adalah peda (semacam perang), sabel, tombak, dan perisai.
Badik
5. Suku : Bugis, Makkasar, Mandar, Toraja, dan lain lain.

6. Bahasa Daerah : Makkasar, Bugis, Toraja, Mandar, dan lain lain.

7. Lagu Daerah : Angin Mamiri, Pakarena, Marencong.

Minggu, 29 Maret 2015

Mengenal Budaya Sulawesi Tengah

Sekarang kita akan membahas kebudayaan dari Sulawesi Tengah (Sulteng). Kita akan berkenalan dengan Rumah adat, pakaian adat, tari-tarian, senjata tradisional, suku, bahasa dan lagu tradisionalnya.

1.    Rumah Adat
Rumah adat Sulawesi Tengah disebut Rumah Tambai. Rumah tambai berupa rumah panggung dan atapnya sekaligus berfungsi sebagai dinding anak tangga dengan jumlah ganji menandaan rumah kepala adat dan yang berjumlah genap adalah milik penduduk desa.

Alas rumah tersebut terdiri dari balok balok yang disusun, sedangkan pondasi atau dasarnya terdiri dari batu alam. Tangga untuk naik terbuat dari batang batang kayu bulat dan atap rumah Tambai itu terbuat dari daun rumbai atau bumbu yang dibelah dua.
 
2.    Pakaian Adat
 
Pakaian adat untuk prianya berupa hiasan kepala yang khas, siga namanya, baju yang menyerupai jubah yang disebut buya dan sebilah keris (pasatimpo) terselip pada pending yang ada dipinggang.

Wanitanya memakai baju yang disebut patimah lola, kalung susun atau gena kambora, gelang yang disebut pontodate, dan anting anting yang disebut dali. Kepala dan dahi diberi hiasan yang dinamakan dadasa. Selain itu ia pun memakai pending. Pakaian ini dipakai untuk upacara pernikahan di Donggala.
 
 
3.    Tari tarian Sulawesi Tengah 
  • Tari Lumense dari Poso merupakan tarian selamat datang untuk menyambut tamu angung. 
  • Tari Peule Cindi termasuk pula tarian untuk menyambut tamu angung. Puncak acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu. 
  • Tari Pepoinaya tari ini menggambarkan ungkapan rasa syukur masyarakat terhadap keberhasilan panen atau berkah kedatangan tamu tamu penting. Tari ini digarap berdasarkan unsur ak tari tradisional dari daerah Poso, Sulawesi Tengan yang dipadukan dengan gerak tari Moenda, Motorompio, dan Molinga.
Tari Lumense
4.    Senjata Tradisional
Pasatimpo adalah senjata tradisional yang terkenal di Sulteng. Bentuk hulunya bengkok kebawah dan sarungnya diberi tali. Senjata terkenal lainnya adalah tomak kanjoe atau surampa (ujungnya berbentuk trisula), parang, tombak, pisau, perisai, dan sumpitan. Senjata parang dipakai untuk bertani atau untuk berperang. Sedangkan tomak dipergunakan untuk berburu babi, mencari ikan atauk untuk berperang. 
Pasatimpo
5.    Suku  : Suku dan marga yang terdapat didaerah Sulawesi Tengah adalah Kaili, Kulawi, Mori, Pamona, Banggai, Balatar, dan lain lain.

6.    Bahasa Daera    : Kulawi, Kaili, Blatar, Mori, Banggai, dan lain lain.

7.    Lagu Daerah        : Tope Gugu, Tondok, Kadadingku.

Mengenal Budaya Papua

1. Rumah Adat
Salah satu contoh rumah adat Papua dinamakan Honai. Honai merupakan rumah adat Papua yang dihuni oleh suku Dani. Rumah tersebut terdiri dari dua lantai yaitu lantai pertama sebagai tempat tidur dan lantai kedua untuk tempat bersantai, makan dan mengerjakan kerajinan tangan. Pintu Honai amat kecil, tanpa jendela dan atapnya terbuat dari rumput lalang.
Rumah Adat Papua
Honai terbentuk seperti jamur dengan ketinggian sekitar 4m. Rumah itu luasnya sekitar12-16m. Dahulu anak laki laki diwajibkan berjaga jaga di Honai dari malam hingga pagi hari, sedangkan anak perempuan/para gadis boleh tidur di Honai secara berkelompok. Selain itu terdapat pula rumah yang berfungsi sebagai kuil animisme. Rumah itu berbentuk kerucut tinggi keatas.
2. Pakaian Adat
Pria Papua mengenakan pakaian adat berupa hiasan kepala, kalung yang terbuat dari gigi dan tulang hewan, kalung dari kerang, ikat pinggang dan sarung yang berumbai rumbai. Tombak beserta, tameng dengan hiasan yang khas ikut menyertai pakaian adatnya.
Wanitanya memakai kalung dari kerang dan gigi binatang, hiasan pada lengan serta pakaian berumbai rumbai.
Pakaian Adat Papua
3. Tari tarian Daerah Papua
  • Tari Selamat Datang, merupakan tari yang mempertunjukkan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati.
  • Tari Musyoh, merupakan tari suci/keramat dalam upaya mengusir arwah orang meninggal karena kecelakaan.
  • Tari Mbes, merupakan tari garapan yang berfungsi sebagai tari penyambutan tamu. Yang unik dalam tari ini adalah adanya penggambaran tamu yang digotong dalam posisi berlentang pada sebuah perisai. Sementara tifa, yang ritmis dinamis ditengah perkikan perkikan khas, merupakan warna tersendiri bagi tari yang diangkat dari daerha Asmat ini.
Tari Selamat Datang, Papua
4. Senjata Tradisional
Salah satu senjata tradisional di Papua adalah pisau belati. Senjata ini terbuat dari tulang burung Kasuari dan bulunya menghiasi hulu belati tersebut.
Senjata utama penduduk asli Papua lainnya adalah busur dan panah. Busur terbuat dari bumbu dan kayu, sedangkan tali busur terbuat dari rotan. Anak panahnya terbuat dari bumbu, kayu atau tulang kanguru. Busur dan panah dipakai untuk berburu atau berperang.
Pisau Belati
5. Suku : Suku dan marga yang terdapat didaerah Papua adalah : Asmat, Dani dan suku suku lain yang jumlahnya banyak sekali, tergantung pada keberadaan sukunya, termasuk pula yang tergolong suku Rumpu Melanisia.
6. Bahasa Daerah : Papua.
7. Lagu Daerah  : Apuse, Yamko Rambe Yamko.

Mengenal Budaya Papua Barat

Papua Barat merupakan provinsi yang terletak di wilayah Indonesia bagian Barat Pulau Papua. Sebelumnya  provinsi ini bernama Irian Jaya Barat dan berdasarkan UU No. 45 tahun 1999 pada tanggal 18 April 2007 Irian Jaya Barat resmi berganti nama menjadi Papua Barat. Seperti yang kita ketahui di Papua dan Papua Barat memiliki banyak keunikkan tersendiri, berbagai macam penduduk dan suku aslinya, alam nan indah serta rumah-rumah yang adat di Papua. Untuk kita seperti biasa kita akan mengenal dan mengulas budaya-budaya yang dimiliki oleh Provinsi Papua Barat.


1. Rumah Adat Papua Barat

Rumah adat Papua Barat yang diberi nama Rumah Kaki Seribu ini berada di TMII kawasan anjungan Papua Barat. Rumah ini dibangun sebagai tempat memeragakan dan memamerkan berbagai peninggalan budayanya seperti peralatan alat musik, pakaian adat, kerajinan tangan yg terdapat di Papua Barat dan lain sebagainya. Arsitektur bangunan ini bercorak Manokrawi. rumah adat ini merupakan rumah panggung yang memiliki banyak tiang sebagai penopangnya. 



Rumah Adat Papua Barat di TMII

Namun, sebenarnya rumah adat provinsi Papua Barat yang asli berasal daru suku Arfak, bernama Mod Aki Aksa (Lgkojei) yang berarti Rumah Kaki Seribu. Rumah adat yang asli atapnya terbuat dari daun jerami atau daun sagu dan kayu sebagai tiangnya. Tiang-tiang yang dibuat ada yang pendek dan ada yang tinggi, tiang tersebut berguna untuk melindungi diri dari musuh dan ancaman orang yang berniat jahat atau ilmu hitam. 

Rumah Adat Papua Barat Asli



2. Pakaian Adat Papua Barat

Pakaian adat di wilayah Papua Barat bernama pakaian adat Serui. Tidak jauh berbeda dengan pakaian adat yang ada di Papua, bentuk pakaiannya hampir sama baik pria dan wanita. Model penutup badan bagian bawah serta bajunya sama. Mereka memakai baju dan penutup badan bagian bawah dengan bentuk yang sama. Hiasan didada dan kepala juga mereka kenakan  berupa kalung, gelang, hiasan burung cendrawasih pada bagian kepala daln lain sebagainya.  Merupakan ciptaan baru yang tergambar pada bentuk pakaiannya. Perlengkapan yang dikenakan pria pada saat pernikahan biasanya pengantin pria memegang perisai seperti panah atau tombah agar berkesan adat Papua.

Pakaian Adat Papua Barat




3. Tari daerah Papua Barat

- Tari Perang merupakan tari yang melambangkan kegagahan dan kepahlawanan masyarakat Papua.

- Tari Suanggi merupakan tari yang mengisahkan seorang istri yang mati akibat korban angi-angi (jejadian).






4. Senjata Tradisional: Pisau Belati yang terbuat dari tulang kaki burung, Panah dan Busur. Senjata ini digunakan untuk berperang atau berburu. 

5. Suku: Suku Arfak, Suku Asmat, Suku Dani, Suku Mey dan SUku Sentan. 

6. Lagu Daerah: Yamko Rambe Yamko, Apuse.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More