Kaki Gunung Soputan

Para Pejuang / Pemerhati Budaya Minaesa-Minahasa Land bersama dengan Tonaas Suku Tonsawang.

Wa'i Lesung i Nawo / Ratu Oki

Lesung ini merupakan sebagai Identitas anak Suku Tonsawang / Toundanouw.

Sumur Abur

Salah satu situs Budaya yang berada di Suku Tonsawang / Toundanouw.

Tampilkan postingan dengan label Lesung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lesung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juni 2015

Galeri Foto ; Lesung Batu di Desa Silian

Lesung batu kali ini saya temukan di Desa Silian Satu Kec.Silian Raya Kab.Minahasa Tenggara, saat ditemukan kondisi lesung sudah pecah/terbelah dua dan memprihatinkan karena berada di halam belakang rumah penduduk serta didekat Sumur Tua dan WC yang sudah tidak dipakai. Menurut cerita tuan tanah lokasi lesung ini, menuturkan bahwa "pada saat dilakukan acara dirumah dan hendak memasak, maka lesung ini dijadikan alas untuk memasak "Pakey", dan sementara memasak lesung batu ini langsung pecah / terbelah dua". Adapun cerita lain tentang lesung ini menurut Tua-tua bahwa " Lesung Batu ini memiliki hubungan dengan Lesung yang berada di Perkebunan Balao Kec.Touluaan Kab.Minahasa Tenggara atau bisa dilihat di sini. Kedua pemilik (Nawo/Dotu) lesung tersebut adalah suami istri, yang di Desa Silian Satu adalah (Istri) dan yang di Perkebunan Balao adalah (Suami)".







 

Jumat, 15 Mei 2015

Lesung Batu Tousingin/Tonsingin

Di Wilayah Suku Toundanouw / Tonsawang sering dijumpai peninggalan dari leluhur berupa Lesung yang terbuat dari Batu. Dan pada gambar di bawah ini merupakan salah satu peninggalan dari leluhur Suku Tonsawang / Toundanouw yaitu Lesung Batu milik Dotu/Nawo Tonsingin (Menurut cerita Nawo Tonsingin adalah anak dari Nawo Oki) yang berlokasi di Desa Suhuyon Kec. Touluaan Selatan Kab. Minahasa Tenggara. Konon cerita bahwa lesung batu ini digunakan oleh leluhur jaman dulu sebagai tempat untuk membersihkan badan dari keringat setelah melakukan perjalanan, karena Lokasi Berdirinya lesung ini merupakan tempat pertemuan dari Leluhur yang berasal dari Bolmong yang sedang melakukan perjalanan di Wilayah Suku Tonsawang.

Keadaan lesung ini sudah rusak dibagian samping, dikarenakan terkena kayu disaat masyarakat hendak mengangkut kayu dari kebun yang berdekatan dengan lokasi Lesung ini, dan menurut kesaksian masyarakat yang menyaksikan kejadian tersebut menuturkan bahwa disaat kendaraan Rambo yang mengangkut kayu olahan melewati tempat ini, kayu tersebut menyambar pinggiran lesung hingga hancur dan kendaraan Rambo tersebut jatuh kejurang yang ada disamping lesung.







Rabu, 08 April 2015

Update.... Lesung Nawo Oki

Keadaan Lokasi dimana berdirinya Lesung Ratu Oki atau yang dikenal dengan Lesung Nawo Oki yang berada di Desa Kali Kec. Tombatu Kab. Minahasa Tenggara, setelah dilakukan kerja Bakti oleh Pemerhati Budaya Tonsawang dan Pemerintah Desa Kali dan Kali Oki serta anak anak KPA yang berada di Wilayah Suku Tonsawang bersama dengan Mahasiswa KKN Unsrat. Nampak Lokasi tersebut telah dibersihkan sehingga terlihat baik dipandangan mata. Gambar ini diambil pada hari Rabu tanggal 08 April 2015 sekitar Jam 15.15 Wita.
















Pada gambar dibawah ini adalah pemandangan Desa Kali Kec. Tombatu yang diambil dari atas bukit tempat lesung Nawo Oki berada.


Kamis, 22 Januari 2015

Galeri Foto : Dari Lesung Nawo Oki Sampai Kelewonang

Petualangan para Pemerhati Budaya Toundanouw/Tonsawang dalam rangka mengunjungi Situs Budaya yang berada di sepanjang Bukit Abur Antara Desa Kali Kec. Tombatu dan Desa Ranoketang Atas Kec. Touluaan Kab. Minahasa Tenggara. (Tanggal 5 Juni 2014)







 

Senin, 05 Januari 2015

Galeri Foto ; Lesung Batu Silian

Lesung Batu ini berlokasi di Kompleks Pekuburan desa Silian (Doongkoyongan), dan mengenai Lesung tersebut memiliki banyak Versi tentang siapa pemilik lesung ini. Ada yang mengatakan bahwa ini milik Nawo/Dotu Selet, serta ada juga yang mengatakan milik dari Nawo/Dotu Kalumata. Meskipun demikian, janganlah perbedaan tersebut membuat kita mengabaikan atau tidak menjaga serta merawat keberadaan Lesung ini.






Selasa, 23 Desember 2014

Galeri Foto ; Kunjungan ke Lesung Batu "BALAO"

Lokasi Lesung terdapat di Perkebunan BALAO Kec.Touluaan Kab. Minahasa Tenggara

Pada gambar dibawah ini saat pertama kali tiba dilokasi, tampak keadaan sekitar Lesung Batu ini tidak dibersihkan, beserta kebun sawah tempat lesung batu ini berdiri, terkesan tidak terurus/diperhatikan.

 

















Pada gambar dibawah ini adalah Keadaan lesung Batu saat dibersihkan sekelilingnya, semoga ini menjadi perhatian bagi pemilik kebun sawah beserta pemerintah khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Minahasa Tenggara, agar menjaga dan merawat situs budaya yang berada di Wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara ini, meskipun ini hanya sebagian saja dari tempat-tempat bersejarah yang mulai ditemukan, karena bila melihat keadaan sekarang ini, terkesan Dinas terkait hanya tutup mata dengan keberadaan tempat-tempat adanya suatu peninggalan yang memiliki nilai Budaya yang tinggi.



 

Kamis, 11 Desember 2014

Galeri Foto; Lesung Nawo Pondalos

Lokasi Lesung / Lisung milik Nawo/Dotu Pondalos ini bertempat di Desa Lowatag Kec. Touluaan Selatan Kab.Minahasa Tenggara, tepatnya di Perkebunan Keleruping. Konon cerita lesung ini so pernah orang mo sebadiri, tapi tidak dengan menggunakan cara orang tua-tua/Budaya Orang Tua "La'ut i Matu'a" sehingga orang tersebut mengalami sakit atau dalam bahasa tonsawang "Kinawayuan". Hingga saat ini lesung tersebut tetap dibiarkan begitu saja.

Tampak Depan


Tampak Samping




Senin, 01 Desember 2014

Lesung Dotu / Nawo Datumbanua

Salah satu peninggalan leluhur yang berada di Suku Tonsawang yaitu Lesung Batu milik Nawo / Dotu Datumbanua yang terletak di Desa Tombatu Satu Kecamatan Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara "Katuahan".

Lesung Nawo / Dotu Datumbanua

Nawo / Dotu Datumbanua yang sering orang sebut "Ratumbanua" beristrikan perempuan bernama Subanen dipercayai adalah sosok yang semasa hidupnya telah merancang pertanian yang berada di Tombatu / Betelen, dan dapat kita lihat  hingga kini bila mengunjungi Wanua Tombatu , dan konon cerita lesung ini sempat jatuh ke bawah bukit dan pada gambar tersebut diatas adalah tempat dimana lesung tersebut berada sekarang setelah diangkat dari bawah bukit dan hal ini dipercayai adalah awal mula keberadaan Suku Tonsawang mulai terangkat / dikenal oleh suku lain.

Nawo Datumbanua juga dipercaya adalah Dotu yang sering berkeliling keberbagai benua (Hal ini yang menggambarkan namanya Datumbanua) dan dari kunjungannya inilah sehingga mendapatkan inspirasi untuk merancang pertanian yang berada di Wanua Betelen / Tombatu.

Lesung Nawo Rana di Desa Raanan Baru


Dalam kehidupan Minahasa yang mengedepankan Filosofi "Sitou Timou Tumou Tou" yang berarti Torang Samua Basudara terlihat dari prilaku dimana walaupun berbeda suku Namun karena telah dipersatukan dalam ikatan perkawinan maka rasa saling memiliki serta memelihara dan mearawat juga melestarikan Budaya dan peninggalan dari leluhur harus nampak dan diterapkan.

Salah satu contoh dimana Anak suku Tonsawang yang kawin dengan Anak Suku Tountemboan bersama-sama membersihkan lesung milik nawo Rana yang berada di Wanua Raanan Baru Kec. Motoling Barat Kab. Minsel.
 
Anak Suku Tonsawang & Tountemboan
Lesung Nawo / Dotu Rana


Keberadaan Lesung dari Nawo Rana tersebut berada di Wanua Raanan Baru Tepatnya di Kebun Sawah Woyong Boong, sebelumnya tempat ini sudah tidak terawat lagi (Tidak terurus) nampak seperti foto dibawah ini dimana sekeliling dari Lesung telah ditumbuhi banyak rumput serta Lesung tersebut ditutupi dengan atap seng :

Keadaan Lesung Sebelum dibersihkan

Ini merupakan pelajaran buat kita, terutama bagi anak Minahasa yang di wilayah tempat tinggal terdapat Situs Budaya peninggalan dari para leluhur, marilah dijaga, dirawat dan lestarikan " karena kalau bukan kita siapa lagi yang akan melakukannya ??? apakah harus menunggu orang dari luar ???

Nawo Rana adalah cikal bakal dari Wanua Raanan. RANA dalam bahasa Tua Minahasa berarti Padi, dan dari cerita rakyat yang berada di Wanua Raanan Baru menceritakan bahwa " Wanua Raanan yang berasal dari Pokok Kata Raan yang artinya padi yang sudah lama disimpan, yang dipanen pada beberapa masa panen yang lalu belum habis terpakai. Hal ini merupakan gambaran tentang kelimpahan pangan yang dinikmati orang orang raanan di masa itu".

Keadaan Lesung Dotu Rana setelah dibersihkan :

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More